Gambar Artikel
Konsep Bandara International Bali Utara/Dok. BIBU

Bandara Internasional Bali Utara Proyek Berparadigma Baru

Penulis/Reporter: G.A. Guritno | | Dipublikasikan pada 7 Juli 2025 | Kategori: Ekonomi


Wow. Akhir tahun 2024 publik internasional terkesima dengan rencana perdana opening Bandara Internasional Dalian Jinzhouwan. Jika tidak tahun ini, tahun 2026 bandara ini akan melayani 7,5 juta penduduk Dalian di provinsi Liaoning, Cina Timur Laut.

Bandara ini unik karena dibangun di lahan reklamasi seluas 21 km2. Letaknya di Teluk Jinzhou, lepas pantai Dalian. Bandara baru ini hendak menjawab meroketnya lalu lintas aktivitas bisnis di kawasan itu.

Bandara lama Dalian Zhoushuizi yang ada di daratan sudah tidak mampu lagi menampung pesatnya laju kenaikan penumpang. Padahal Dalian Zhoushuizi yang dibuka tahun 1924 sudah diperluas empat kali. Pada tahun 1992, 1993, 2005, dan 2011.

Lahan reklamasi di lepas pantai jadi solusi. Perkembangan pesat kawasan kota tidak memungkinkan bandara dibangun di daratan. Proyek tahun 2011 dengan biaya 26.3 miliar yuan (US$4,3 miliar) ini masuk dalam rencana lima tahun nasional ke-12 pemerintah.

Kapasitas Bandara Jinzhouwan

Tahap Pertama: Terminal 400 ribu m² dengan 2 landasan pacu - 31 juta penumpang dan 650 ribu ton kargo per tahun

Tahap Kedua: Tambahan 2 landasan pacu - 70 juta penumpang dan 1 juta ton kargo per tahun

Bandara Jinzhouwan akan pecahkan rekor. Menjadi bandara lepas pantai pertama di Cina dan yang terbesar di dunia. Konstruksi tahap pertama membangun terminal seluas 400 ribu m2 dengan dua landasan pacu.

Itu dirancang untuk menampung 31 juta penumpang dan 650 ribu ton kargo per tahun. Pada tahap kedua ditambah dua landasan pacu lagi membuat Jinzhouwan bisa melayani 70 juta penumpang dan 1 juta ton kargo per tahun.

Fakta Unik Bandara Dalian Jinzhouwan:

• Dibangun di lahan reklamasi seluas 21 km²

• Berlokasi di Teluk Jinzhou, lepas pantai Dalian

• Biaya pembangunan: 26,3 miliar yuan (US$4,3 miliar)

• Menjadi bandara lepas pantai pertama di Cina dan terbesar di dunia

Indonesia Bakal Memiliki Bandara di Lepas Pantai (offshore)

Hanya selisih tahun, Indonesia punya ambisi membangun Bandara di lepas pantai atau offshore. Studi kelayakan untuk Bandara Internasional di Bali Utara sudah dilakukan pada tahun 2014. Hasil studi Airport Kinesis Consulting asal Kanada menyebutkan letak ideal bandara baru ada di lepas pantai.

Ini menjadi pilihan terbaik. Tujannya agar tidak meniadakan hingga 600 ha tanah produktif. Baik itu berupa lahan pertanian, tempat usaha, permukiman, prasarana umum, serta tempat ibadah seperti pura yang sangat disucikan oleh masyarakat Bali.

Belajar dari pembangunan infrastruktur di kawasan produktif dan padat kepentingan yang ribet. Masalah pengadaan lahan akan menggusur warga lokal, menguras waktu, memakan biaya tinggi, memicu konflik pertanahan, dan mendatangkan spekulan tanah.

Jika dibangun di darat dampak sosial, kultural, ekonomi, dan politiknya begitu mahal. Masyarakat, jati diri, dan kultur Bali justru akan teralienasi. Pasalnya proyek justru akan mengusur budaya lokal yang sudah mengakar kuat selama ratusan tahun.

Erwanto
Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo

Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti mengatakan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di lepas pantai Kubutambahan memiliki tujuan.

“Nantinya akan membuka ruang dan peluang untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru ekonomi bagi Bali Utara, Bali, kawasan sekitar, dan tentu Indonesia,” kata Iwan, sapaan akrabnya.

Melengkapi pembangunan terminal, landas pacu, hanggar, fasilitas maintenance, repair dan operation akan dibangun juga aerotropolis. Wujudnya berupa dua aerocity yang sama-sama dibangun di lepas pantai. Posisinya mengapit, berada di sisi barat dan timur bandara.

Pembangunan fasilitas berupa infrastruktur, telekomunikasi, dan properti tersebut, menurut Iwan akan menunjang aktivitas ekonomi multisektoral yang berkelanjutan.

‘’Pada prinsipnya, tetap berakar pada nilai-nilai, identitas dan kultur yang khas dari masyarakat Bali, Tri Hita Karana untuk berkontribusi pada akselerasi pemerataan dan pertumbuhan kawasan,” ungkap Iwan.

Dinamika Penlok dan Level Standar Baru Sebuah Bandara

Timeline Proyek BIBU

2014: Studi kelayakan Airport Kinesis Consulting

2016: Masuk RPJMN 2016-2019 dan daftar PSN

Juli 2022: Dikeluarkan dari daftar PSN

2024: Pertemuan dengan Prabowo

Februari 2025: Masuk RPJMN 2025-2029

Namun, izin penetapan lokasi (penlok) bandara dari Kementerian Perhubungan tidak kunjung turun. Seru di pemberitaan berbagai media massa dan media sosial mengenai hambatan politis yang muncul saat itu.

Ibu Megawati sempat mengeluarkan pernyataan tegas: "Agar Bali jangan dieksploitasi hanya untuk kepentingan investor saja."

Pada tahun 2016 Nort Bali International Airport langsung masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2016-2019. Bahkan proyek Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) ini berada dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Hasil studi kelayakan dan analisis multiplier effect-nya sangat signifikan untuk Bali.

Namun, izin penetapan lokasi (penlok) bandara dari Kementerian Perhubungan tidak kunjung turun. Seru di pemberitaan berbagai media massa dan media sosial mengenai hambatan politis yang muncul saat itu.

Pada tingkat lokal, mencuat spekulasi soal adanya tarik ulur mengenai penlok di lepas pantai atau di daratan. Hiruk pikuk pro dan kontra itu, sampai membuat Ibu Megawati sempat mengeluarkan pernyataan tegas. Isinya kurang lebih meminta agar Bali jangan dieksploitasi hanya untuk kepentingan investor saja.

Menanggapi polemik tersebut, Iwan Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti mengatakan bahwa polemik itu adalah bagian dari dinamika. Esensi dari urun rembuk itu, isinya diharapkan bisa makin mematangkan proses, agar proyek sesuai rambu-rambu dan harapan banyak pihak.

“Bali itu milik masyarakat Bali, milik Indonesia, dan sudah jadi milik dunia juga. Jadi semakin banyak ide dan pemikiran demi kebaikan Bali ke depannya akan semakin bagus. Untuk Bali Dwipa Jaya,” ungkap Iwan.

Waktu itu, Iwan mengutarakan niatnya untuk siap berdialog dengan siapapun. Hanya menyampaikan pesan inti agar hasil studi kelayakan, potensi, dan prospek bandara itu semata untuk menjawab sejumlah tantangan ke depan.

“Kami mencoba membawa level standar baru sebuah bandara untuk Bali, pulau nan indah anugerah Dewata untuk Indonesia dan dunia,’’ ujarnya.

Pertama, proyek bandara merupakan bagian dari usaha untuk terus merevitalisasi dan menjadikan Bali tanpa kehilangan identitasnya terus relevan dengan perkembangan pesat ekonomi kawasan. Proyek ini tidak akan mengalienasi masyarakat dan budaya Bali.

Kedua, meningkatnya laju mobilitas penumpang dan barang di tingkat nasional, regional dan global akan membuat Bandara Ngurah Rai di Badung tidak mampu lagi menampung lonjakan penumpang dan barang. Untuk itu, perlu bandara baru agar tidak terjadi stagnasi dan merosotnya mobilitas udara di Bali dan sekitarnya. Posisi Bali di daftar atas destinasi wisata favorit global harus dijaga.

Ketiga, dalam empat dasawarsa terjadi ketimpangan laju pertumbuhan dimana wilayah Bali Utara tertinggal dari Bali Selatan. Demi meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi di Bali Utara maka perlu mesin pertumbuhan ekonomi baru. Dampak positif dari bandara ini akan mempengaruhi kabupaten di Bali yang ada di utara, tengah, timur dan barat sekaligus.

Keempat, selain isu disparitas ekonomi, masalah lapangan kerja dan pengangguran terbuka menjadi tantangan yang harus diatasi. Ground breaking bandara ini menjadi start gelombang penyerapan tenaga kerja dari saat proyek dikerjakan, lalu operasional bandara ke depan sampai multiplier effect aktivitas budaya, pariwisata dan ekonomi yang akan berkelanjutan.

Kelima, bandara ini dari segi letak, konsep, dan fungsi berusaha untuk meminimalkan efek negatif dan inefisiensi dari satu proyek berskala besar. Partisipasi masyarakat, korporasi lokal dan nasional mendapatkan porsi yang signifikan. Lalu teknologi modern yang ramah lingkungan akan dipakai dalam proses pengerjaan dan operasional bandara.

Lima Alasan Pentingnya BIBU

1. Revitalisasi Identitas: Proyek bandara merupakan bagian dari usaha untuk terus merevitalisasi dan menjadikan Bali tanpa kehilangan identitasnya.

2. Kapasitas Bandara: Bandara Ngurah Rai di Badung tidak mampu lagi menampung lonjakan penumpang dan barang.

3. Mengatasi Ketimpangan: Dalam empat dasawarsa terjadi ketimpangan laju pertumbuhan dimana wilayah Bali Utara tertinggal dari Bali Selatan.

4. Penyerapan Tenaga Kerja: Ground breaking bandara ini menjadi start gelombang penyerapan tenaga kerja.

5. Teknologi Ramah Lingkungan: Teknologi modern yang ramah lingkungan akan dipakai dalam proses pengerjaan dan operasional bandara.

Paradigma Baru Kebijakan Probowo Soal BIBU

Tanpa ada hujan dan petir, mendadak di akhir Juli 2022 proyek Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) dikeluarkan dari daftar PSN. Bandara ini tidak sendirian. Ada 7 proyek lain yang senasib.

Keputusan itu berpijak pada hasil evaluasi tim bentukan pemerintah. Proyek ini di akhir Pemerintahan Jokowi pada Oktober 2024 diprediksi tidak akan selesai. Terlempar dari PSN hanya status. Realisasi proyek BIBU masih tetap bisa berlanjut. Iwan dan BIBU Panji Sakti pun melakukan pendekatan berbeda.

Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Kantor Staf Presiden (KSP) yang dikepalai oleh Moeldoko, dan Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto menjadi ruang terbuka demi mendapatkan dukungan. Menurut Iwan, respon luar biasa datang dari Wantimpres, KSP, dan Menteri Pertahanan (Menhan) dalam bentuk dukungan agar proyek bisa terwujud sesuai koridor.

“Usai paparan, keluar rekomendasi dan kedatangan utusan ke kantor kami di Buleleng," kata Iwan.

Wantimpres mempertimbangkan peluang keluarnya Keppres (Keputusan Presiden) sebagai antisipasi jika penlok tidak kunjung keluar. Anggota Wantimpres, Agung Laksono berkunjung ke Kubutambahan, Buleleng. Berdialog dengan pemrakarsa dan para penglingsir di Bali.

Iwan mengungkapkan bahwa surat PT BIBU Panji Sakti kepada Presiden Jokowi dijawab dengan mengutus Moeldoko Kepala KSP ke Bulelang dan bakal lokasi bandara.

Namun, surat terkait Bandara Internasional Bali Utara tertahan di Kesekretariatan Negara hingga 6 bulan. Maka keluar saran dari Moeldoko. Peluang besar mungkin ke the next president.

Ada dua kali pertemuan dengan Prabowo yang saat itu adalah Menhan lalu menjadi calon Presiden (capres). Yang pertama pada 13 Februari 2024. Iwan bersama 13 penglingsir Bali memaparkan ide dan konsep BIBU kepada Menhan. Dalam pertemuan itu, menurut Iwan, sambutan Prabowo sangat positif.

“Kami saat itu diterima oleh calon Presiden. Untuk meneruskan konsep ini. Nah, di situlah kemudian menjadi, maaf ya. Apa namanya, janji. Waktu itu dari calon Presiden menjadi Presiden. Untuk membangun Bandara Bali Utara,” kata Iwan.

Setelah menyampaikan konsep mengenai BIBU, tanggapan Prabowo di depan para penglingsir Bali waktu itu luar biasa.

"Oh, ini harus jalan. Oke… Saya akan bangun Bandara Bali Utara,” kata Iwan menirukan pernyataan Prabowo waktu itu.

Menurut Iwan, semangat membangun Bandara Bali Utara itu lalu bergulir dalam janji Prabowo saat kampanye Pilpres di Bali. Menjadi terbukti saat itu. Pasangan Prabowo-Gibran memenangkan suara Pilpres 54,25 persen di Bali, provinsi yang selama ini dikuasai oleh PDI-P.

"Yang menurut Prof. Burhanuddin Muhtadi ini hal yang luar biasa. Calon yang bisa menang di Bali. Masyarakat ingin keadilan itu. Sebenarnya lewat reprentasi hasil pemilihan itu sudah bisa menunjukkan. Sederhana saja,” kata Iwan.

Satu bulan usai dilantik sebagai Presiden, Prabowo datang ke Bali. Dia klaim lagi. North Bali International Airport akan dibangun. Iwan ingat itu terjadi pada 3 November 2024. Ada pula peluang jika kekurangan dana, akan ditambahkan dari APBN.

“Saya bilang, Pak dana kita sudah aman. Betul-betul investasi. Tidak menggunakan uang dari pemerintah,” kata Iwan.

Menurut Iwan, paradigma baru kebijakan Presiden memberikan dampak berarti bagi Bali. Mendorong daya saing kawasan menghadapi dinamika perubahan regional Asia Pasifik yang sangat cepat.

Para Penglingsir Bali dan Dirut PT BIBU Panji Sakti Usai Bersilaturahmi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada 13 Februari 2024/Foto: Istimewa BIBU Panji Sakti

Investasi dan Kerjasama

8 November 2024: MoU dengan ChangYe Construction Group di KBRI Beijing

Nilai Investasi: US$3 miliar (Rp48,57 triliun)

Konsep: Turnkey project - bayar setelah proyek selesai

Konsesi: 50 tahun pengelolaan

North Bali International Airport Masuk RPJMN 2025-2029

Dukungan Prabowo untuk Bandara yang digadang-gadang memberi kemajuan dan kesejahteraan itu berlanjut. Saat Presiden melakukan kunjungan bilateral ke Beijing Cina pada 8-10 November 2024, petinggi PT BIBU Panji Sakti meneken Nota Kesepahaman (MoU) dengan ChangYe Construction Group.

MoU pada 8 November dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing. Itu menjadi bukti trust terhadap Bali dan Pemerintah RI. MoU terkait dengan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara berisi komitmen pendanaan senilai US$3 miliar atau Rp48,57 triliun (kurs 16.192).

“Kita sepakat dengan mereka untuk turnkey project. Jadi nanti kita bayar setelah proyek selesai dalam kondisi siap pakai. Kira-kira begitu,” kata Iwan.

Konsesi pengelolaannya berlangsung selama 50 tahun. Untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah. Dalam hal ini akan dikelola oleh lembaga yang ditunjuk dan diberi kewenangan oleh pemerintah.

Payung hukum kebijakan terkait Bandara Internasional Bali Utara akhirnya keluar. Pada bulan Februari 2025 terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Lampiran IV halaman 129 di Tabel Nomor: A2 Lokasi Prioritas: Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Bali (Destinasi Pariwisata Regeneratif Bali), pada Highlight Indikasi Intervensi tertulis:
- Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi,
- Perencanaan dan persiapan pembangunan jalan tol Singapadu-Ubud-Gianyar-Bangli-Kintamani-Bandara Bali Utara-Singaraja
- Pembangunan Bandar Udara Internasional Bali Baru/Bali Utara

Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara sebagai penggerak konektivitas tidak berdiri sendiri. Dukungan infrastruktur penunjang berupa jalan tol yang menghubungkan antara Bali Selatan dengan Bali Utara dan Bali Barat disertakan juga.

Jalan tol dari Pelabuhan Gilimanuk di Bali Barat akan menuju Mengwi, Badung. Kemudian ada titik sambung dari Mengwi dengan jalan tol yang dimulai dari Singapadu-Ubud, menghubungkan Gianyar-Bangli-Kintamani, terus menuju Bandara Bali Utara dan sampai Singaraja, Buleleng.

“Dalam RPJMN 2025-2029 untuk Bali, Presiden menghendaki pembangunan yang integralistik, menjalin interkoneksi daerah, dan sinergi antar kabupaten serta kelembagaan,” kata Iwan.

Jalan tol adalah penghubung mobilitas orang dan logistik barang. Pembangunan yang integral ini akan mempercepat tumbuhnya ekonomi kreatif unggulan, destinasi pariwisata regeneratif, komoditas agribisnis, dan hasil perikanan. Program-program untuk ekonomi hijau dan ekonomi biru di Bali diprediksi akan meningkat signifikan.

Referensi:

  • Wikipedia contributors. (n.d.). Dalian Jinzhouwan International Airport. Wikipedia. Retrieved July 6, 2025, from https://en.wikipedia.org/wiki/dalian_jinzhouwan_international_airport
  • Topviewpoint360. (2024, May 10). Blak-blakan Dirut BIBU yakin Presiden Prabowo tak akan ingkar janji soal Bandara Bali Utara [Video]. YouTube. https://youtu.be/Pmw8GAvTsgM?si=FeFHb8louaLDL6Tj
  • Bali Politika. (2024, November 13). Prabowo tegas, investor China investasi Rp50 triliun untuk Bandara Bali Utara. https://balipolitika.com/2024/11/13/prabowo-tegas-investor-china-investasi-rp50-triliun-untuk-bandara-bali-utara/
  • GATRA. (2022, January 6–12). Jejak Banteng di Bandara Bali Utara. GATRA, 11(XXVIII).
  • PT BIBU Panji Sakti. (2025). North Bali International Airport: Airport & Aerocity project visioning.
  • Pasemetonan Buleleng. (2024, May 1). Talkshow Pasemetonan Buleleng, HUT Poleng VI, Pura Agung Taman Sari, Halim, Jakarta Timur [Talkshow].


Total Views:

0

This page has been viewed by 0 users.


Bagikan Artikel:

Artikel Pilihan